Dakwah dan siaran radio lokal


Dakwah dan siaran radio lokal
Islam adalah agama samawi yang membawa misi yang risalahnya bersifat universal. Yakni risalah yang harus tersampaikan kepada seluruh ummat manusia. Meskipun pada awalnya, islam masuk kepada satu golongan kaum arab yang konon merupakan satu komunitas arab yang sangat tradisional dan begitu mengutamakan estafet budaya dari satu generasi kepada generasi selanjutnya. Ketika islam hadir, kaum quraisy secara lambat laun berubah menjadi sebuah komunitas sosial yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Estafet budaya yang dimaksud adalah proses keberlanjutan nilai yang secara turun temurun diwariskan. Hingga pada periode selanjutnya islam eksis melewati satu komunitas kepada komunitas lainnya, lebih dari itu melewati satu wilayah luas daulah hingga menembus batas-batas benua di seluruh dunia. Dan sampai saat ini, islam telah dianut oleh sebagian besar masyarakat dunia dan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sosial budaya, ekonomi, bahkan politiknya.
Perjalanan panjang yang dilalui oleh islam tidak terlepas dari proses dakwah yang merupakan bentuk transfer nilai-nilai risalah yang dibawa oleh muhammad kepada seluruh ummat manusia. Proses dakwah tersebut telah berhasil membentuk masyarakat menjadi sangat islami. Bahkan pada masyarakat kita yang sarat dengan religiusitas ketimuran secara drastis menjadi sebuah masyarakat yang sarat dengan religiusitas keislamannya.
Bagaimanapun pendekatan yang digunakan oleh para dai terhadap perkembangan islam di indonesia tidak terlepas dari media. Apakah itu media verbal atau pun non verbal. Media cetak bahkan media tercanggih saat ini dalam wujud jaringan global internet. Yang perlu dicatat adalah bahwa para dai telah berhasil menembus batas spiritualitas mayoritas masyarakat melalui media-media tersebut. Yang salah satunya adalah media gelombang radiasi elektromagnetik yang dikenal dengan pancaran siaran radio. Bagaimanakah dakwah yang dilakukan melalui media siaran radio lokal yang identik dengan jarak siaran pendek? Apa pengaruh yang dihasilkan melalui dakwah media radio tersebut? Dan bagaimana kendala yang dihadapi dalam proses dakwahnya untuk mencapai target yang diharapkan? Dalam makalah ini akan dipaparkan secara singkat mengenai dakwah dan kaitannya dengan proses dakwah melalui siaran radio lokal.


Pengertian
Dakwah secara bahasa adalah mengajak dan berdoa. Secara istilah,dakwah adalah mendorong dan mengajak manusia kepada kebaikan,memerintah kepada kebenaran dan melarang dari berbuat kemungkaran. Dorongan dan ajakan tersebut bukanlah sebuah metode atau pendekatan melainkan sebuah proses yang harus dilalui oleh seseorang muslim yang memiliki giroh untuk meningkatkan atau memberikan nuansa keislaman-kemaslahatan- bagi seluruh ummat manusia, dalam berbagai aspek dan sendi kehidupannya. Hingga mencakup sisi spiritual, emosional dan bahkan intelektual mereka.
Proses dakwah harus dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal yang mencakup unsur-unsur dakwah selain dai dan madu. Yakni harus melalui media tertentu dan dengan suatu metode atau pendekatan tertentu sesuai dengan siapa yang hendak diajak(mad’u) kepada kebaikan. Dengan begitu, dakwah tidaklah polos dalam prosesnya melainkan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena sesuai dengan alquran sendiri yang memberikan gambaran khusus mengenai bagaimana cara agar dakwah bisa berjalan sesuai dengan visi dan misi. Pesan-pesannya bisa tersampaikan dengan tepat sasaran dan bisa diterima oleh mereka sehingga dapat diwujudkan oleh siapapun madu dalam sikap dan perilaku mereka sehari-hari.
Sebagaimana kita tahu dalam sejarah islam bahwa dakwah dilakukan melalui beberapa fase yang secara langsung dijalankan oleh rosululloh Saw. Fase tersebut adalah diawali dengan fase diam-diam, dimana dakwah diberikan kepada para ahlul bait rosul hingga saudara, tetangga, dan teman dekatnya. Sehingga ada beberapa di antara mereka yang langsung mengimani risalah serta membantu rosul di saat-saat periode dakwah seperti fase tersebut. Kemudian setelah itu rosul melakukan dakwah secara terang-terangan. Mengajak kaum quraisy kepada risalah islam melalui pendekatan orasi dan pendekatan lainnya yang identik dengan dakwah kepada khalayak banyak.
Tentang pendekatan dan metode ini, Alloh memberikan gambaran yang jelas meskipun memang bisa dikembangkan menjadi beberapa sub metode turunan dari metode yang tersebut di dalamnya. Ayat tersebut adalah annahl ayat 125:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Dengan jelas, gambaran metode tersebut disesuaikan dengan siapa yang diajak. Dan secara eksplisit, di dalam metode tersebut terkandung bahwa dakwah bisa dilakukan melalui media tertentu. Sehingga dakwah benar-benar mengarah kepada pencapaian hasil yang maksimal.
Program dakwah dalam siaran radio
Stasiun radio hingga saat ini semakin bertambah. Dari beberapa owner stasiun radio, mereka berawal dari hobby dan karena perkembangannya telah merambah kepada dunia komersial dan menghasilkan profit yang cukup menjanjikan bagi owner sendiri. Tanpa melihat list stasiun radio di Komisi Penyiaran Indonesia pun, kita bisa memperhatikan ketika pesawat radio dihidupkan, saluran radio yang aktif apakah itu fm ataupun am, begitu membludak dan memadati setiap titik frekuensi. Meskipun di antaranya ada beberapa yang masih ilegal. Tapi bagi siapapun yang mengelola siaran radio, merupakan sebuah keasyikan ketika siarannya mendapatkan respon dari pendengar. Terlebih lagi ketika stasiun radionya atau siarannya tersebut memiliki fans yang sangat banyak. Dari sana bisa begitu banyak keuntungan yang didapat selain profit dari siarannya.
Saat ini kebanyakan siaran radio menyajikan program musikal. Bahkan stasiun radio yang memiliki nama besar sebagai radio pendidikan dan berita, mensisipkan musik di sela-sela siarannya. Ini menunjukkan bahwa siaran radio yang tanpa musik tidak mampu menarik perhatian pendengar. Terlepas dari jenis musik apapun yang disajikan, pasti memiliki fansnya tersendiri, banyak ataupun sedikit jumlahnya.
Di antara stasiun radio tersebut ada beberapa radio yang cakupan atau jangkauan siarnya hanya meliputi wilayah satu kabupaten. Tetapi pendengarnya mampu menyaingi stasiun radio yang memang telah memiliki nama dan dikenal oleh masyarakat banyak dan jangkauan siaranya sangat luas yang dipancarluaskan melalui transmisi-transmisi luar daerah asal stasiun radio tersebut.
Stasiun radio lokal atau radio yang siarannya sebatas wilayah satu kabupaten, memiliki potensi besar dalam menyebar luaskan informasi penting yang dikemas menjadi informasi pendidikan, berita daerah, dan bahkan informasi-informasi keagamaan. Ini tergantung kepada siapa yang ada di balik stasiun radio tersebut yang berpengaruh terhadap program apa saja yang disajikan di dalam siarannya. Kekhawatiran yang muncul, meskipun ada komisi regulator siaran di Indonesia, ada penyusupan pemahaman-pemahaman yang menyelewengkan nasionalisme atau bahkan faham keagamaan yang bisa merubah sedikit demi sedikit keagamaan pendengarnya.
Oleh karena itu, jika memang dalam kenyataannya siaran radio lokal memiliki kecenderungan untuk hal-hal yang tidak diinginkan dikarenakan ownernya tidak memiliki loyalitas terhadap kualitas siaran yang sesuai dengan nilai dan norma, maka diperlukan sebuah divisi khusus yang berada di dalam organisasi masyarakat lokal untuk mengantisipasi hal tersebut. Di bawah ini ada beberapa catatan kecil yang harus dipertimbangkan dalam upaya menjadikan dakwah sebagai input program dalam siaran radio-radio lokal.
Pertama, masyarakat lokal cenderung memiliki tingkat sosiabilitas tinggi. Keterikatan antara satu dengan yang lain dalam sebuah masyarakat local memang terhitung tinggi. Ini dikarenakan adanya hubungan kekerabatan yang masih sangat erat salah satunya disebabkan oleh kondisi bahwa setiap individu dalam masyarakat berasal dari satu turunan. Potensi ini bisa menjadi suatu alasan bahwa radio merupakan alat untuk menjadikan mereka lebih erat lagi.
Kedua,masyarakat lokal cenderung memiliki sikap yang indegenous dan virginitas perilakunya tinggi. Nilai budaya dan norma social dalam lingkungan masyarakat local masih sangat primordial dan membuat mereka begitu kuat dalam memegang teguh warisan leluhurnya. Sehingga sangat sulit untuk
Ketiga, kemasan penyiaran tidak mesti sangat islami. Dalam arti bahwa seluruh konten di dalamnya berisi pesan-pesan islami.
Keempat, lembaga-lembaga masyarakat lokal seperti majelis ulama, dewan keluarga mesjid, dan seluruh elemen masyarakat harus secara sadar mampu menjadi bagian dari regulator ‘jalanan’ dan bahkan menjadi supervisor bagi program yang disajikan oleh stasiun radio.
Kelima, tanpa menghilangkan tampak luar stasiun radio dan program yang disajikan, sebisa mungkin sisipkan nilai-nilai dan norma yang menjunjung tinggi risalah islam.
Dengan beberapa catatan tersebut, dakwah melalui radio lokal bisa diselenggarakan meskipun tidak secara formal membentuk lembaga khusus yang berada secara intern dalam sistem stasiun radio lokal, mampu menjadi suatu program asupan positif yang mendukung perkembangan kualitas dan kuantitas siarannya.

Comments

Popular posts from this blog

Ruh yang berdakwah