Media massa dalam proses dakwah
Media massa
dalam proses dakwah
Pendahuluan
Dewasa ini dakwah merupakan sebuah
kegiatan yang telah dilakukan oleh banyak kalangan dalam masyarakat. Apakah itu
kalangan pemerintahan, profesi, maupun anak didik sekalipun. Mereka memiliki
kekhasan masing-masing sesuai dengan latarbelakang mereka dalam melaksanakan
kegiatannya. sehingga terjadi pergeseran yang tadinya dakwah dilakukan oleh
para pemuka agama dan terbatas hanya dalam media panggung, saat ini dakwah
telah dikenal oleh masyarakat sebagai kegiatan keagamaan yang bisa diikuti
melalui berbagai media yang mampu menembus berbagai jenis komunitas agama,ras,
dan suku bangsa. Juga mampu menembus berbagai kondisi dan situasi apapun.
Fenomena lainnya adalah bahwa para
pelaku dakwah tidak perlu mempersiapkan diri secara serius sebelum berdakwah.
Dengan kata lain, dakwah bisa dilakukan secara nonformal (iseng),misalnya
ketika membuka media social, kita mengutip sebuah tulisan dari blog orang lain
dan dishare kepada semua orang yang ada dalam daftar nama teman.
Dari berbagai fenomena dakwah yang
dilaksanakan oleh ummat saat ini, dakwah melalui media menjadi sebuah trend dan
sekaligus kebutuhan untuk mencapai tingkat keberhasilan yang relatif dalam
dakwah. Mengingat dakwah merupakan tugas mulia yang begitu dijunjung tinggi
dalam nas al-quran, keberhasilan dakwah yang relative tersebut memerlukan
pembentukan atau pengemasan dakwah yang sedemikian rupa. Dan ini mungkin saja
menjadi penting dalam mewujudkan sebuah media massa khusus yang visi serta misinya
adalah dakwah.
Dengan kata lain, apa yang bisa kita
lihat di lapangan menunjukkan urgensi media massa dalam kegiatan dakwah. Dari
berbagai jenis media yang digunakan dalam dakwah, memang ada beberapa yang
memiliki benefit tinggi bagi kemaslahatan ummat dan ada juga yang tidak begitu
memberikan kontribusi besar dilihat dari aspek pengaruhnya terhadap perubahan
dan peningkatan keberagamaan ummat islam.
Dalam hal ini diperlukan evaluasi
yang mendalam untuk mendukung terdorongnya kualitas bahkan kuantitas dakwah
yang dilakukan oleh para pelakunya. Misalnya pengukuran efektifitas dan
efisiensi. Atau mungkin diperlukan penilaian yang berkesinambungan terhadap
pengaruh yang diberikan kegiatan dakwah melalui media massa. Namun, metodologi
dan pendekatan yang tepat yang mengarah kepada hal tersebut terbukti beragam
sesuai dengan siapa pelaku yang melakukan dakwah melalui media. Dan alangkah
baiknya jika keragaman ini melahirkan berbagai bentuk evaluasi program dakwah.
Yang pada gilirannya mampu saling mengkoreksi dan melahirkan konsep serta
implementasi yang maksimal.
Pembahasan
Media
massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan
pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain
untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari,
istilah ini sering disingkat menjadi media.
Menurut UU No. 40 tahun 1999 tentang
Pers, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan
kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan,
mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar,
suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan
menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang
tersedia.
Definisi
komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner
(Rakhmat,seperti yang disitir Komala, dalam karnilh, dkk.1999), yakni:
komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada
sejumlah besar orang (mass communication is messages communicated through a
mass medium to a large number of people).
Adapun
karakteristik dari komunikasi massa yang dipaparkan dalam buku Komunikasi
Massa: Suatu Pengantar karya Elvinaro Ardianto adalah (1) komunikator
terlembagakan, (2) pesan bersifat umum, (3) komunikannya anonim dan heterogen,
(4) media massa menimbulkan keserempakan, (5) komunikasi mengutamakan isi
ketimbang hubungan, (6) komunikasi bersifat satu arah, (7) stimulasi alat indra
terbatas, dan (8) umpan balik tertunda dan tidak langsung.
Secara bahasa, dakwah merupakan
proses komunikasi. Karena di dalamnya ada beberapa aspek yang sama halnya
dengan yang ada dalam definisi komunikasi itu sendiri. Jika dalam komunikasi
ada istilah komunikan, m
Jika media massa merupakan suatu
bagian dari bentuk komunikasi massa yang nota bene identik dengan proses
dakwah, maka media massa adalah bagian integral yang tidak dipisahkan dari
proses dakwah itu sendiri. Dari asumsi ini, ada beberapa pemikiran yang
berkaitan antara dakwah dengan media massa.
Pertama, media massa sebagai sebuah
pendekatan. Sebagai sebuah pendekatan, media massa identik dengan penyampaian
pesan dakwah yang dilakukan di panggung ceramah dengan orator dan khalayak yang
sangat banyak. Namun media massa menyediakan saluran antara dai dengan mad’u
melalui perangkat keras dengan daya sebar serta kekuatan besar dalam
penyampaian pesan dakwah tersebut. Daya sebar bermakna bahwa media massa
memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan dakwah kepada sejumlah mad’u
yang sangat tidak terbatas hingga melewati batas pulau dan benua. Kekuatan
besar memiliki arti bahwa media massa memiliki power yang mampu menembus aspek
emosional bahkan intelektual mad’u. sehingga dengan adanya media massa, dakwah
akan semakin memiliki dorongan kuat untuk bisa membuka paradigm mad’u dalam
merubah pola fikir dan mengarahkan mereka kepada misi dakwah.
Media massa menjadi sebuah
pendekatan yang sifatnya propaganda. Yakni pendekatan yang mengarahkan pesan
kepada khalayak/madu dengan tekanan yang lebih besar dan didramatisir. Artinya
pesan dakwah dijejalkan sedemikian rupa ke dalam aspek-aspek kehidupan mereka
meskipun bukan dengan cara paksaan melainkan melalui suatu metode yang sifatnya
lebih fleksibel dan mengikuti alur kehidupan mereka. Sehingga mereka memiliki sedikit
saja kesempatan untuk mengkritisi secara dalam atau menganalisisnya karena
pesan dakwah dikemas sedemikian rupa dengan tujuan agar dakwah bisa diterima
secara langsung tanpa ada respon negative dari mereka.
Kedua, media massa sebagai salah
satu media atau jalan antara. Sebagaimana dalam proses komunikasi yang tidak
terlepas dari bantuan media dalam penyampaian pesannya, media massa sangat
membantu dalam penyampaian pesan dakwah. Dengan besarnya daya tampung kuota
pesan dan keberlangsungan kontinuitas proses dakwah yang ditransmisikan melalui
media massa. Melalui media massa, apapun bentuk pesan dakwah bisa disampaikan
kepada mad’u dan memiliki kelebihan kecepatan dan percepatan dalam
penyampaiannya.
Dakwah yang disalurkan melalui media
massa menjadi jalur antara untuk memasukkan pesan-pesannya yang religious
kepada seluruh elemen masyarakat. Apakah itu mereka yang tinggal di kota maupun
di daerah yang jarak tempuh perjalanan dari pusat dakwahnya sangat jauh.
Kondisi ini memungkinkan pelaku dakwah untuk bisa menjangkau mereka dengan
latarbelakang pendidikan apapun, social, dan ekonomi seperti apapun. Media
massa menjadi garis penghubungan kepada sasaran dakwah yang hendak dicapai.
Comments
Post a Comment