Pendidikan Sebagai Tradisi
Pendidikan Sebagai
Tradisi
Tradisi terbentuk dan membentuk masyarakat itu sendiri. Secara tidak
langsung membatasi ruang gerak setiap individu dalam masyarakat tertentu. Dan
bahkan mereka tidak terbatas oleh tradisinya melainkan hanya seputar hal-hal
tertentu saja yang itu dikenal oleh masyarakat luar sebagai tradisi setiap
individu di dalam masyarakatnya.
Jika dihubungkan dengan makna kebiasaan, maka setiap individu tidak akan
terlepas dari serangkaian perilaku, sikap dan kepribadian yang menjadi
indikator adanya tradisi tersebut. Perilaku, sikap, dan kepribadian,
menjadikannya satu sosok yang kokoh bagaimana pun kondisi dan situasinya.
Sehingga dalam menghadapi realitas budaya yang bagaimanapun, terlebih lagi
kultur yang bertentangan dengan dirinya, maka kebiasaan yang dibentuk oleh
komunitasnya tidak akan menghilang dan bahkan akan melawan dan akan terjadi
adanya pertentangan antara kultur yang ada di dalam dirinya dengan kultur yang
datang dari luar.
“A key term in the study of culture,
tradition refers most often to the collective customs and knowledge of a group
or society. Tradition is a source of basic learning, occurring even before
formal education begins and continuing throughout life. Its usual connotation
is a social process of “handing down” knowledge from generation to generation,
especially by oral and customary means. It therefore is associated with
precedent and culturally is linked often to a group’s “heritage,” although
unlike referring to history, which suggests a time and place in the past,
tradition carries a sense of social and cultural patterns—ways of doing
things—that continuously occurred “before.”” (sociology parsonian, 420,
Tradisi mendidik sebagai satu falsafah budaya
Dalam berbagai komunitas masyarakat manusia, budaya adalah sesuatu yang
harus ada dan memang telah ada dibentuk oleh satu alur natural yang lahir
dengan sendirinya dan menjadi satu entitas yang kokoh di dalam komunitas
tersebut. Sehingga budaya bisa dijadikan satu identitas sebuah komunitas
tertentu. dan batasan-batasannya ada pada ruang lingkup nilai dan norma
tertentu dan membentuk setiap sikap, perilaku dan kepribadian setiap individu
di dalam komunitas tersebut.
Demikianlah makna bahwa budaya merupakan esensi dan sekaligus falsafah yang
pasti dimiliki oleh setiap komunitas masyarakat mana pun. Berawal dari adanya
fenomena realitas kehidupan mereka yang secara langsung dirasakan secara
kolektif dan melahirkan prinsip-prinsip hidup dan terwujud ke dalam
simbol-simbol fisik tertentu. fenomena realitas kehidupan tersebut menjadi
landasan awal bagaimana sebuah budaya menjadi satu bentuk karakter komunitas.
Denga kata lain, budaya memiliki makna kedalaman yang begitu esensial dan
substansial. Sehingga terserap secara dalam terinternalisasi ke dalam setiap
jiwa sosial dan personal dalam satu masyarakat tertentu.
Comments
Post a Comment